Leher Kambing Si Miskin

Sukses kampanye tauhid Rasululiah terutarna alasannya mengandalkan uswatun khasanah : teladan hidup yang higienis dan konsisten. Tak bany...

Sukses kampanye tauhid Rasululiah terutarna alasannya mengandalkan uswatun khasanah: teladan hidup yang higienis dan konsisten. Tak banyak omong. Mulut dia Terpelihara. Beda dengan hobi kita sekarang.
Memang, asyiknya Nabi utusan Tuhan terakhir, Muhammad Saw., ini bukan hanya alasannya dia itu insan lumrah raja, aba ahadin min-kum (sebagaimana bapak bawah umur pada umumnya). Bukan alasannya karakter kerasulan dia serius mengandalkan mukjizat atau kasekten yang aneh-aneh. Namun yang paling mengasyikkan ialah bahwa putra Abdullah ini buta abjad dan mernilih hidup melarat.
Pada suatu hari tiba bertamu kepada dia seorang anak yang memberikan pesan ibunya biar Nabi memperlihatkan sesuatu kepadanya. Nabi berkata, "Hari ini kami serumah tak punya apa-apa." Si anak ngeyel, "Kata ibu, jikalau tak punya apa-apa, mohon Nabi menanggalkan baju dan memperlihatkan kepada kami."
Muhammad pun menanggalkan bajunya, memberikannya, kemudian duduk dalam rumah, kedinginan dan agak menyesal. Tuhan segera kirim Jibril untuk memuji namun juga mengkritik Muhammad, "Jangan mengalungkan kedua tanganmu di leher, namun juga jangan mengulurkan tangan terlalu panjang."
Artinya, insan tak boleh pelit. Tapi dalam bersedekah juga harus tetap rasional dan realistis. Sakmadya, kata orang Jawa.
Di ketika lain Nabi yang manis pendiam ini tampak buncit perutnya tatkala sembahyang di masjid, Sayyid Umar bin Khaththab memperhatikan dan menelitinya dengan. seksama. Akhirnya tertangkap berair bahwa dia sedang kelaparan, sehingga diambilnya sebongkah batu, diikatkannya di perut, lantas ditutupi gamis. Umar belingsatan mencarikan inakanan untuk beliau.
Ternyata pilihan untuk melarat, asal jangan hingga fagiy, absah juga. Manusia berhak untuk kaya, tapi berhak pula untuk miskin. Muhammad ini pola yang paling 'gawat' dalam sejarah dalam soal keberhasilan ekonomi, bahkan puasa kesejahteraan atau apalagi kemewahan sedemikian rupa. Kaum orientalis maupun kita-kita hingga kini jarang menyebut-nyebut betapa pentingnya etos satu ini untuk mempersyaratkan mutu kepemimpinan seseorang atau masyarakatnya.
Muhammad penguasa jazirah Arab, namun menolak untuk menjadi penguasa. Sebab ia ialah pemimpin.

Penguasa dan pemimpin ialah dua rnakhluk dan dua soal yang sama sekali berbeda. Penguasa memanage kekuasaan dirinya atas orang banyak, sedangkan pemimpin memanage cinta dan sistem penyejahteraan.
Ketika itu Muhammad mampu memperoleh apa saja: dunia sudah digenggamnya. Ia sudah mempunyai segala persyaratan untuk duduk di singgasana dan menikmati segala-galanya: jaringan, akar, geniusitas, ketrampilan manajemen, kependekaran fisik, atau apa saja yang harus dirriliki oleh seorang raja.
Namun Beliau ogah jadi raja. Raja itu malik.
'Malik' itu sifat Tuhan. Beliau menentukan terma Khalifah dan itu sama dengan fungsi setiap manusia, meskipun Tuhan memuliakannya dengan status nabi dan rasul. Muhammad makan hanya alasannya lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Beda dengan kita yang terus lapar dalam keadaan kekenyangan. Muhammad bersedia tidur beralaskan daun aren ketika pulang larut malam dan sungkan membangunkan Aisyah.
Muhammad punya pendahulu nenek-moyang yang berjulukan raja Sulaiman putra Daud. Tuhan menawarinya apakah mau menjadi raja dan kaya-raya ibarat Sulaiman. Beliau menolak. Supaya masuk syurga duluan, beda dengan Sulaiman yang menerima jatah terakhir setelah semua nabi.
Apakah ia, Muhammad itu, seorang masochis-romantik? Seseorang yang sok, anti bahan dan cengeng?

Bukankah Tuhan membuka pintu lebar-lebar, "Kuhamparkah bumi dan langit dan semua isinya. Makan dan minumlah, asal jangan berlebih-lebihan...."? Kenapa Muhammad menentukan 'kekurangan' setidak-tidaknya berdasarkan tolok ukur kita sekarang?
Memang kebanyakan kita kini jauh lebih kaya dibanding Mohammad. Bahkan 30 juta penduduk Indonesia yang kabarnya masih di bawah garis kemiskinan, belum tentu lebih parah keadaannya dibanding Muhammad. Betapa mungkin, seorang nabi, yang berdasarkan logika moral seakan-akan berhak atas separo jazirah Arab beserta tambang-tambangnya: ketika wafat, malah masih punya hutang beberapa kilogram gandum kepada tetangganya seorang Yahudi? Kita yang satpam atau tukang ojek pun mungkin lebih baik dari itu keadaan ekonominya.
Namun jangankan Muhammad. Sedangkan kepala suku Ammatoa di Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan, kepala suku Boti, Soe, Nusa Tenggara Timur pun tahu dan konsisten bagaimana berlaku sebagai pemimpin. Ia tak bersedia mendapatkan sesuap pun dari rakyat. "Kalau saya mendapatkan sesuatu dari rakyat saya, mereka berhak menggandakan saya untuk meminta-minta" katanya, "saya harus mencontohkan bagaimana bertariggungjawab kepada diri sendiri. Harus mencari makan sendiri, maka dari piling yang saya buat sendiri
dan minum dengan gelas yang juga saya buat sendiri...."
Di mata kita dan cara berpikir kita sekarang, Muhammad dan Amatoa ialah pemimpin yang tolol. Mereka tidak tahu mumpung, tak tahu bagaimana posisi, jabatan, kekuasaan dan peluang.
Logika dan moralitas Muhammad terbalik bagi kita. Sebelurn menjadi nabi dan pemimpin, Muhammad menunjukan dulu sikap yang terpercaya (al-amin), menjadi sales yang jujur dan merijaga setiap ucapannya. Kemudian setelah jadi nabi malah berhenti berdagang. Padahal 'mestinya' berdasarkan gaya hidup kita yang maju dan modernsesudah tercapai menjadi penguasa itulah justru peluang amat luas untuk menggunungkan omset dagang. Semakin tinggi kekuasaan di jalur birokrasi semakin banyak kesempatan akomodasi (dana, kemudahan-kemudahan, dominasi).
Tapi rupa-rupanya "perniagaan" Muhammad mernang lain. Ketika dia diberi hadiah seekor kambing, lantas disembelih dan dibagi-bagikan ke seluruh tetangganya.
"Sudah habis semua, ya Rasul," kata Aisyah, "Yang tersisa buat kita tinggal leher kambing itu"..
"Tidak, Aisyah," sahut Nabi, "Yang tersisa menjadi milik kita ialah seluruhnya kecuali lehernya."
Tentu ini diketawain oleh ideolog konsep kepemilikan.


(Emha Ainun Nadjib/"Gelandangan Di Kamping Sendiri"/ Pustaka Pelajar/1995/PadhangmBulanNetDok)

?max-results=7">News

" });
Nama

2013 2014 2015 Akhlak aneh tapi nyata bahasa indonesia baitullah baju wanita baru berita Berita aneh Berita Unik bisnis online Bola BUKU busana muslimah cerita Cerita Cerita Motivasi Cerita Motivasi Cerita Nabi CERPEN CPM cuci otak Do'a Fashion Film Fiqih foto gadged Game Happiness Hikmah hp ilmuan Informatika Inspirasi Internet Islam jual link ka bah karya caknun Kata Kata Kata Mutiara Kesehatan Keuangan Kisah Sukses Kisah Teladan Komputer lainnya LifeStyle lucu makalah menulis artikel Motivasi Motivasi Humor MotoGP News NOVEL Paket Internet payment PUISI Ramadhan Religi Resep Masakan Review Sejarah Sejarah Ulama Sukses Tekno Tips TOKO BUKU Top 5 Travel trend 2018 Trik/Cara Tugas tulisan caknun (MH Ainun najib) tulisanku tutorial Blog Ucapan ucapan/kata2 Umum unik Viral warkop surabaya Wisdom
false
ltr
item
pelangi pagi: Leher Kambing Si Miskin
Leher Kambing Si Miskin
pelangi pagi
http://www.pelangipagi.science/2014/10/leher-kambing-si-miskin_8.html
http://www.pelangipagi.science/
http://www.pelangipagi.science/
http://www.pelangipagi.science/2014/10/leher-kambing-si-miskin_8.html
true
3296759902926188989
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy