Kekasih Sebagai Dia, Engkau, Dan Aku

Kekasih Sebagai Dia, Engkau, Dan Aku - Dalam wacana para Nabi dan Rasul Allah, pada masing-masing zaman, terdapat 'perjalanan perada...

Kekasih Sebagai Dia, Engkau, Dan Aku - Dalam wacana para Nabi dan Rasul Allah, pada masing-masing zaman, terdapat 'perjalanan peradaban' yang berkaitan dengan penyembahan kepada Sang Kuasa. Tentang bagaimana Tuhan SWT memposisikan diri-Nya.

Pada zaman Nabi Ibrahim AS, misalnya, Tuhan SWT 'berposisi' sebagai 'pihak ketiga' (Dia). Atau pada jaringan masyarakat tarikat tertentu dikenal dengan dzikir Huwa. Sedangkan, di zaman Nabi Musa As, Tuhan SWT 'berposisi' sebagai 'pihak kedua' (Engkau), atau Anta. Dan, pada perkembangan peradaban di zaman Nabi Isa AS, Tuhan SWT 'berposisi' sebagai 'pihak pertama' (Aku), atau Ana.

Rasulullah yang terakhir, yakni Nabi Muhammad SAW merupakan manajer dari keberbagaian kemungkinan dalam kehidupan ummat manusia: kapan efektif memposisikan Allah sebagai Dia, kapan sebaiknya lebih tegas dengan meng-Engkau-kan Allah, serta kapan diharapkan kesadaran internal di mana tenggang rasa keilahian
sangat dianjurkan. Bukan menyampaikan bahwa 'Aku ialah Allah', melainkan kesadaran logis bahwa sesungguhnya kita dan semua ciptaan ini aslinya tiada, sekedar diselenggarakan oleh-Nya dan 'pertunjukan' sanggup diakhiri oleh Tuhan kapan saja Dia mau.

Maknanya sederhana: kita tak usah pethakilan. Tak usah sok dan mbagusi. Tak usah suka sesumbar dan nantang-nantang. Tak usah meremehkan siapa-siapa. Tak usah habis-habisan merekayasa pertahanan kekuasaan. Sebab kapan saja sanggup stroke dan di-cengkiwing oleh petugas Tuhan untuk dibawa ke daerah yang kita belum tentu siap melayani prinsip-prinsip hukumnya.

Peradaban di zaman Nabi Ibrahim AS, di mana Tuhan diposisikan sebagai pihak ketiga (Dia), dilambangkan oleh proses masa pencarian Nabi Ibrahim pada Tuhan Yang Menciptakan Langit dan Bumi. Kondisi masyarakat di zaman 'Bapak Tauhid' itu kebanyakan masih menyembah berhala. Berhala dalam arti yang
wadag. Termasuk bapak Nabi Ibrahim sendiri. Berbeda dengan berhala-berhala kita kini yang bertebaran di plaza-plaza, mal, gedung-gedung tinggi dll. Saat itu, aktivis penyembahan kepada berhala atau patung-patung itu ialah Raja Namrud, sementara administrator eksekutif pabrik berhala ialah Bapaknya Nabi Ibrahim AS sendiri.

Ibrahim AS menolak menjadi administrator pemasaran berhala. Ia sedang sibuk mencari Produsen yang Sejati. Dan dalam proses pencariannya itu, Nabi Ibrahim menyangka bahwa tuhannya ialah bintang, lantas bulan, lantas matahari, yang ternyata keliru.
Karena ketekunannya dan keyakinannya, jadinya Nabi Ibrahim benar-benar 'menemukan' Tuhan Maha Pencipta Semesta Alam ini.
Itulah makna bahwa Tuhan berposisi sebagai 'pihak ketiga.

Pada zaman Nabi Musa, Tuhan di-Engkau-kan. Nabi Musa sempat berdialog dengan Tuhan di Bukit Thursina. Itu menerangkan bahwa Nabi Musa dengan Tuhan bergotong-royong berhadap-hadapan, alasannya ialah sedang berdialog. Tidak terlalu jauh dari peradaban Nabi Musa, Nabi Yunus As melaksanakan pertobatan dengan kalimat yang
memposisikan Tuhan sebagai 'pijak kedua', dengan mewiridkan La ilaha ila Anta subhanaka inni kuntu minadz-dzolimin, tidak ada Tuhan selain Engkau ya Allah, sungguh Maha Suci Engkau, dan kami ini termasuk orang-orang yang dzalim.

Sementara di zaman Nabi Isa AS, Tuhan 'diposisikan' sebagai pihak pertama (Aku). Ketika itu, Nabi Isa benar-benar 'membawa' dan 'menebarkan' cinta-kasih, kelembutan, dan kasih sayang kepada kaumnya. Dalam perspektif yang lebih mendalam, Nabi Isa benar-benar meneladani sifat Rahman-Rahim Allah, sedemikian rupa sehingga muncul gagasan bahwa ia ialah Tuhan itu sendiri. Apalagi ia juga menerima mu'jizat dari Tuhan berupa keistimewaan-keistimewaan, menyerupai sanggup menyembuhkan orang yang sakit, buta, sanggup menghidupkan orang yang sudah mati atas izin Allah, dan sebagainya. Orang jadi 'tidak tega' kalau tidak menganggap dan mengakuinya sebagai Tuhan.

Yang kita butuhkan kini hanyalah imajinasi perihal imajinasi. Bayangkan apa yang terjadi, bagaimana kemungkinan adegan-adegannya, kedalaman dan kedangkalan hubungan yang berlangsung, tingkat kemesraan, kejujuran dan kebohongannya --jika kekasih kita itu terletak di sana (sehingga kita sebut
'Dia'), dengan bila kekasih kita itu ada di hadapan kita (sehingga kita panggil 'Engkau'), serta dengan bila kekasih kita itu tak berbatas dan menyatu dengan diri kita sendiri (sehingga seolah-olah Ia ialah Aku ini sendiri, dan Aku ialah Ia sendiri).

?max-results=7">News

" });
Nama

2013 2014 2015 Akhlak aneh tapi nyata bahasa indonesia baitullah baju wanita baru berita Berita aneh Berita Unik bisnis online Bola BUKU busana muslimah cerita Cerita Cerita Motivasi Cerita Motivasi Cerita Nabi CERPEN CPM cuci otak Do'a Fashion Film Fiqih foto gadged Game Happiness Hikmah hp ilmuan Informatika Inspirasi Internet Islam jual link ka bah karya caknun Kata Kata Kata Mutiara Kesehatan Keuangan Kisah Sukses Kisah Teladan Komputer lainnya LifeStyle lucu makalah menulis artikel Motivasi Motivasi Humor MotoGP News NOVEL Paket Internet payment PUISI Ramadhan Religi Resep Masakan Review Sejarah Sejarah Ulama Sukses Tekno Tips TOKO BUKU Top 5 Travel trend 2018 Trik/Cara Tugas tulisan caknun (MH Ainun najib) tulisanku tutorial Blog Ucapan ucapan/kata2 Umum unik Viral warkop surabaya Wisdom
false
ltr
item
pelangi pagi: Kekasih Sebagai Dia, Engkau, Dan Aku
Kekasih Sebagai Dia, Engkau, Dan Aku
pelangi pagi
http://www.pelangipagi.science/2012/09/kekasih-sebagai-dia-engkau-dan-aku.html
http://www.pelangipagi.science/
http://www.pelangipagi.science/
http://www.pelangipagi.science/2012/09/kekasih-sebagai-dia-engkau-dan-aku.html
true
3296759902926188989
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy