Manusia Sehabis Ibrahim Ii

Proses-proses sejarah 'menyuruh' kita disuatu soal turun merangkul substansi benda, di soal lain substansi turnbuh-tumbuhan, memp...

Proses-proses sejarah 'menyuruh' kita disuatu soal turun merangkul substansi benda, di soal lain substansi turnbuh-tumbuhan, mempopulerkan tata nilai binatang terutama di bidang politik dan ekonomi; kemudian 'kwalitas manusia' tidak kunjung kita temukan sebab substansi dan sistematika keilmuan kita terletak beberapa langkah di belakang kesadaran untuk menterjemahkan maqam abdullah meningkat lagi khalifatullah. Kita belum tahu apa integritas daun pepaya atau seekor cicak dalam kerangka keabdullahan dan kekhalifahan.
Proses internalisasi itu tentu saja seret sebab kwalitas kemanusiaan yang belum mengandalkan penghayatan pribadi, tradisi riset dan 'membaca tanda-tanda alam semesta'. 'Remaja' Ibrahim memulai disiplin itu.
(Ismail hingga Muhammad ialah derajat empiris ilmu-ilmu yang lebih tinggi dan complicated lagi).
Tiba-tiba kita hidup di hadapan sebuah meja makan besar dalam suatu program prasmanan di mana kita tinggal menentukan makan-makanan jadi. Kita mengambil kuliner ringan manis serabi, lantas mengerahkan lidah, perasaan dan tenaga untuk merasakannya, bukan untuk menelusuri sejarah serabi. Kita tidak mempunyai imaji wacana pati, tungku pemasak, sumber api, grabah pencetak, bagaimana wajah pembikin kuliner ringan manis serabi dan bagaimana bau keringatnya. Kita juga gres ingat gula jika duduh serabi itu terlalu manis atau kurang manis.
Dengan kata lain, untuk 'menjadi' Muhammad, kita tidak terlebih dahulu 'berperan' sebagai Adam dan seterusnya hingga Isa sambil pusing oleh panggung penah bias hasil terjemahan-terjemahan parsial setiap tahap itu ke dalam upaya penyusunan peradaban ummat insan termasuk semenjak St. Paul hingga NKK BKK atau Index Prestasi (IP) brengsek itu.
Kita tidak berangkat dari Muhammad balik ke Adam hingga Muhammad kembali. Kita pemeluk Islam cukup dengan mentuhankan Muhammad, mentuhankan syariat, mentuhankan iman, mentuhankan Islam, mentuhankan a-pa yang kita sangka Tuhan.
Kita tidak mengambil pesan tersirat dari keummyan Muhammad. Kita lebih mengandalkan informasi melalui kalimat-kalimat di buku-buku sebagai 'kue serabi' yang siap disantap bulat-bulat. Kita ingin menghayati api dengan cara pergi ke perpustakaan dan mengobrak-abrik seratus buku tebal. Padahal mustinya sundutlah jidat ini dengan rokok menyala, gres buka buku untuk pemanis materi nomenklatuur. Masalahnya pegangan
kita bukan Qur'an hadist, melainkan penghayatan dari kitab suci kita pakai untuk mencocokkan, mengontrol, mengishlah, meluruskan. Alif Laam Miim tak kamu temukan melalui membacanya : hayati hidup, gres kamu ketemu rahasianya. Lebih gawat lagi sebab sehabis buku-buku cerdik menyebar jutaan jumlahnya lebih dari dasawarsa terakhir ini, belum tampak juga tanda-tanda bahwa ia mempunyai peranan dalam memperbaiki sejarah. Begitu banyak buku Islam dijual dan dibaca, namun belum tahu apa yang meningkatkan pada kwalitas Kaum Muslimin. Mungkin haruskah kita tunggu hingga sekitar tahun 2010 ketika generasi pembaca buku dikala ini naik memimpin sejarah. Atau barangkali dibanding sosialisasi buku-buku pintar, 'perbaikan jaman' lebih dimungkinkan justru buku-buku baik serta oleh uswatun hasanah yang disistematisir oleh forum pendidikan khususnya dan forum politik dan forum kebudayaan pada umumnya.

?max-results=7">News

" });
Nama

2013 2014 2015 Akhlak aneh tapi nyata bahasa indonesia baitullah baju wanita baru berita Berita aneh Berita Unik bisnis online Bola BUKU busana muslimah cerita Cerita Cerita Motivasi Cerita Motivasi Cerita Nabi CERPEN CPM cuci otak Do'a Fashion Film Fiqih foto gadged Game Happiness Hikmah hp ilmuan Informatika Inspirasi Internet Islam jual link ka bah karya caknun Kata Kata Kata Mutiara Kesehatan Keuangan Kisah Sukses Kisah Teladan Komputer lainnya LifeStyle lucu makalah menulis artikel Motivasi Motivasi Humor MotoGP News NOVEL Paket Internet payment PUISI Ramadhan Religi Resep Masakan Review Sejarah Sejarah Ulama Sukses Tekno Tips TOKO BUKU Top 5 Travel trend 2018 Trik/Cara Tugas tulisan caknun (MH Ainun najib) tulisanku tutorial Blog Ucapan ucapan/kata2 Umum unik Viral warkop surabaya Wisdom
false
ltr
item
pelangi pagi: Manusia Sehabis Ibrahim Ii
Manusia Sehabis Ibrahim Ii
pelangi pagi
http://www.pelangipagi.science/2012/08/manusia-sehabis-ibrahim-ii.html
http://www.pelangipagi.science/
http://www.pelangipagi.science/
http://www.pelangipagi.science/2012/08/manusia-sehabis-ibrahim-ii.html
true
3296759902926188989
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy